Cloud Hosting Indonesia

Jumat, 14 Oktober 2011

SENTRALISASI KEBIJAKAN PEMERINTAH

1. Sistem sentralisasi kebijakan pemerintah atau wilayah tidak harus dimaknai buruk atau jelek. Akibat pemberitaan media pada awal reformasi yang cenderung mengkritisi sentralisasi akhirnya terbentuk opini dan mindset masyarakat cenderung pro pada de sentralisasi atau otonomi. Konsep yang ditawarkan memang sangat baik yaitu kemandirian, pengambilan keputusan secara otonom tidak tergantung pada kebijakan pemerintah pusat atau terpusat pada satu pengambil kebijakan.
2. Namun dalam prakteknya penentu kebijakan pemerintah yang terlalu banyak akibat de-sentralisasi atau otonomi mengakibatkan situasi menjadi tidak kondusif, terjadi kebingungan dalam pengambilan keputusan karena masing-masing punya kepentingan. Gubernur dan bupati mengambil langkah kebijakan masing-masing tanpa menyingkronkan kebijakan tersebut, akhirnya timbulah konflik terselubung. Tak hanya itu saja kabinet Indonesia bersatu masing-masing menteri memiliki ego sektoral yang sangat kuat, terkesan mengenyampingkan prerogatif presiden.

Selasa, 11 Oktober 2011

IMING-IMING PERBATASAN MALAYSIA....

       Jika melihat keadaan daerah perbatasan seperti Semetiau Sintang Kalbar maka sungguh sangat memprihatinkan, jalanan yang begitu rusak seperti kubangan kerbau, gedung sekolah yang hampir roboh dengan kualitas kayu yang lapuk. Sangat kontras dengan negara tetangga Malaysia yang mana daerah di sekitar perbatasan dengan jalanan yang sangat mulus superhotmix, prasarana sekolah sangat mewah dan digratiskan, fasilitas rumah sakit yang mewah dan super lengkap.
       Akhir-akhir ini terdengar kabar suatu desa di wilayah perbatasan Kalbar ingin merdeka, sungguh sangat memprihatinkan dan membuat miris. Nasionalisme bangsa Indonesia sedemikian rendahnya gara-gara ketimpangan sosial ekonomi dengan negara tetangga. Saatnya pemerintah Indonesia memperhatikan wilayah perbatasan jangan sampai malah dimanfaatkan kesenjangan tersebut oleh pihak luar untuk memperoleh kepentingan tertentu.

Senin, 10 Oktober 2011

MENCIPTAKAN KEBAHAGIAAN.....

           Awalnya kita berfikir bahwa kebahagiaan akan didapatkan ketika nanti sudah sukses, punya kendaraan bagus, rumah yang layak, bisa naik haji ke tanah suci, dan sederetan angan-angan lain yang dibayangkan akan memperoleh bahagia. Ternyata ketika sebagian apa yang kita fikirkan tadi sudah didapat kebahagiaan itu tidak serta merta hadir. Ini mungkin apa yang orang katakan materi bukan jaminan kebahagiaan.
     Suasana hati yang nyaman, tenang, semangat, gairah, syukur merupakan kebahagiaan yang sebenarnya. Meskipun materi merupakan bagian dari sumber kebahagiaan juga, seperti untuk biaya sekolah, biaya berobat ketika sakit, tetapi bukanlah patokan dasar untuk memperoleh kebahagiaan itu sendiri. Marilah dari sekarang mengembangkan rasa syukur, selalu melihat bahwa orang lain masih banyak yang kurang baik dari kita.

Minggu, 09 Oktober 2011

BUNAKEN, RAJA EMPAT, WAKATOBI........

        Wisata bahari tampaknya menjadi daya tarik tersendiri bagi turis domestik maupun mancanegara. Panorama bawah laut yang memikat dan menakjubkan merupakan pesona tersendiri bagi siapa saja yang melihat. Air laut yang jernih sangat terlihat dengan jelas tanpa harus menyelam ke dalam laut dengan pemandangan yang sangat indah seperti terumbu karang, ikan warna-warni, semua merupakan potensi wisata Indonesia yang dapat menghasilkan devisa negara.
       Siapa yang tak kenal dengan Bunaken di Sulawesi Utara, Raja Ampat di Papua, Wakatobi di Sulwesi Tenggara semua pencinta bahari pasti tahu dan takjub dengan keindahan bawah lautnya. Hanya saja pemerintah agak kurang mempromosikan potensi dan daya tarik wisata laut tersebut ke mancanegara. Meskipun sebenarnya tidak kalah dengan Pataya, Puket yang lebih sering terdengar oleh wisatawan asing. Saatnya pemerintah mempromosikan potensi wisata tanah air.

Sabtu, 08 Oktober 2011

PUTRI INDONESIA 2011....

        Pemilihan putri Indonesia selalu memunculkan sosok baru dari propinsi yang berbeda. Entah karena tiap propinsi harus bergilir atau karena seleksi yang ketat dan obyektif. Unsur yang dinilai memang sudah termasuk inner beauty dan outer beauty. Ditengah keprihatinan permasalahan remaja mulai dari kenakalan narkoba, hamil diluar nikah, remaja putus sekolah, seolah menjadi pencerah bahwa remaja Indonesia masih bisa dibanggakan.
        Indonesia memerlukan sosok keteladanan atau role play yang bisa terus ditiru. Disaat kegalauan biaya pendidikan yang semakin tinggi, lapangan pekerjaan yang semakin sempit seharusnya menjadi momentum bagi pemuda dan pemudi Indonesia untuk terus bangkit menumbuhkan kreatifitas dan kemandirian. Selamat kepada Maria Selena dari Propinsi Jawa Tengah semoga menjadi duta bangsa yang membawa harum nama ibu pertiwi.

MOERDIONO : "EEEEE....MENURUT PETUNJUK BAPAK PRESIDEN..."

1.   Pada era orde baru ada satu menteri yang ketika muncul di televisi orang selalu menyimak dengan serius. Bukan karena materi yang disampaikan sangat penting dan urgen, tetapi gaya bicaranya yang terkesan sangat lambat dan selalu menggunakan jedah eeeeee.... menurut petunjuk Bapak Presiden, siapa lagi kalo bukan Moerdiono. Semua mengira-ngira apa yang akan disampaikan sangat penting meskipun ternyata tidak segawat atau seurgen yang diperkirakan. Gaya komunikasi yang khas Moerdiono memang selalu menyita perhatian, tak ubahnya gaya komunikasi Harmoko yang juga selalu menggunakan kata "Bapak Presiden memberikan petunjuk.....".
2.    Kini Moerdiono yang punya gaya bicara khas tersebut telah tiada, setidak-tidaknya ada gaya komunikasi khas yang dapat kita kenang. Tak ubahnya seperti pejabat yang lain.... cara tampil dan menghadapi publik memiliki gaya yang berbeda-beda. Mungkin inilah style dan seni kepemimpinan yang sangat ragam. Publik memang mendambakan sesuatu yang khas namun tulus dan tidak mengaburkan tujuannya. Kita butuh sosok keteladanan yang memberikan nuansa tersendiri bagi generasi penerus sekaligus sebagi role model. Selamat jalan pak Moerdiono semoga amal dan ibadah diterima Allah Swt amin.

Kamis, 06 Oktober 2011

AYU TING TING PENDATANG BARU

1. Ayu Ting Ting merupakan artis baru yang sedang diperbincangkan di jagad hiburan. Dunia hiburan tampaknya terus bersiklus...satu figur muncul, terkenal, dielu-elukan, dipergunjingkan, lantas pelan-pelan mulai senyap tak terdengar akhirnya tenggelam. Selalu muncul figur baru yang segar, dan yang afkir akhirnya harus mengalah digantikan oleh yang muda-muda dan segar. Seperti itulah dunia keartisan timbul, cemerlang, dan tenggelam, tidak ada yang langgeng semua berubah dan bersiklus mengikuti kodratnya. Tampaknya era pada jaman sekarang agak berbeda dengan artis 70 an atau 80 an yang memiliki ketenaran untuk kurun waktu yang lama, artis masa kini serba instan cepat naik daun kemudian juga tidak terlalu lama menikmati ketenarannya. Tinggal waktu yang menguji apakah Ayu Ting Ting adalah artis yang langgeng atau bukan.
2.  Media masa yang sedang fokus pada Ayu Ting Ting merupakan satu lagi realita kemunculan artis muda yang cepat naik daun sekaligus sebagai sang penyegar. Jagad hiburan senantiasa dinamis dan butuh sosok baru yang menyegarkan. Ayu Ting Ting tak ubahnya artis lain yang bersinar di usia muda, Manohara, keong racun, Briptu Norman dan sederetan artis lain yang tiba-tiba menjadi beken entah karena fenomenal atau sedang digandrungi oleh penggemarnya. Publik akan melihat dan menyaksikan ketenaran mereka, sekaligus menjadi penggemar yang mengiringi langkah karir mereka. Selamat datang Ayu Ting Ting sang penyegar.

Rabu, 05 Oktober 2011

KONSEP PENDIDIKAN BANGSA....

        Ketika semua orang mengkritik konsep pendidikan Indonesia yang salah, sejenak merenung..benarkah? Menilik kurikulum anak sekolah jaman sekarang memang luar biasa, padat, cukup sulit, berbasis kompetensi. Sekilas tampak kasihan dengan anak baru kelas 1 SD tetapi sudah dijejali dengan pelajaran, yang pada era 80 an setingkat mata pelajaran SMP. Tapi itulah kenyataan pendidikan kita, sangat mengasah dan mengedepankan dominasi otak kiri, dan secara pelan-pelan mengecilkan kreatifitas otak kanan.
      Sebenarnya kita butuh pendidikan yang berbasis sikap, karakter, dan agama yang kuat. Pola kedisiplinan, kemandirian, kreatifitas, mental pantang menyerah rasanya lebih berharga dibandingkan dengan analisa angka dan hafalan. Bangsa perlu tunas-tunas yang punya pondasi kuat pada sikap, karakter, pendidikan agama, dan kesehatan tubuh yang prima. Pendidikan olahraga jasmani merupakan penyeimbang pendidikan intelektual, sikap, dan karakter. 
     

SEJARAH KPK

1. Sejarah KPK dimulai, meskipun baru berdiri seumur jagung KPK telah menjelma menjadi lembaga superbody yang bisa melakukan apa saja memanggil, meminta keterangan, menggeledah, menyidik, menangkap, memenjarakan siapa saja yang dianggap dan terbukti korupsi. Wewenang yang semula hanya di kepolisian dan kejaksaan telah menjelma di lembaga lain yang tergolong masih baru.
2.   Tentu banyak tumpuan dan harapan dari masyarakat tentang keberadaan KPK, agar pemberantasan korupsi di Indonesia dapat segera teratasi. Meskipun pada kenyataannya korupsi tetap merajarela di mana-mana. Pelaku korupsi  terus akan melakukan, karena sebagian besar koruptor memang hidup aman-aman saja, mereka yang tertangkap adalah yang sedang sial atau apes saja. Semoga the super power KPK menjadi penyelamat bangsa ini.

Minggu, 02 Oktober 2011

MENGAPA YG KAYA MAKIN KAYA, YG MISKIN MAKIN MISKIN

     Bukan karena lagu Rhoma Irama “yang kaya makin kayaaaa.... yang miskin makin miskinnnn”, tetapi memang seperti itulah realita hidup. Meskipun banyak alasan orang menjadi kaya, seperti punya warisan banyak, dapat undian, punya bisnis yang banyak, dan sebaliknya alasan kenapa orang miskin karena malas berusaha, pendidikan minim, dan seabrek tetek bengek alasan lainnya. Pertanyaannya alasan apa yang paling logis, bisa diterima, oleh naluri, dan akal kita mengapa yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin.
     Semua alasan yang ada di atas, bisa dianggap benar, bisa juga tidak benar. Suatu contoh jika miskin karena minim pendidikan, banyak orang pendidikan SD pun tidak tamat tapi bisa sukses dan kaya. Ternyata yang paling membedakan orang kaya dan orang miskin adalah pikiran, keyakinan, dan usahanya. Pikiran orang kaya fokus pada kemakmuran, sedangkan pikiran orang miskin fokus pada kemelaratan. Orang kaya punya keyakinan untuk hidup sukses, orang miskin punya keyakinan yang lemah dan membatasi dirinya. Orang kaya fokus pada tindakan yang lebih produktif, orang miskin sudah berusaha tetapi tidak terlalu produktif.