Cloud Hosting Indonesia
Tampilkan postingan dengan label budaya korupsi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label budaya korupsi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Juli 2012

BUDAYA KORUPSI MASIH KUAT

1.Budaya korupsi tampaknya masih mengakar kuat di negara kita, tak habis-habisnya penagkapan terhadap pelaku korupsi di negeri ini, sudah ada KPK, Kejaksaan, masih saja ada orang berani melakukan korupsi. Kultur pemberian, ucapan terimakasih, setoran, tampaknya masih merupakan kultur yang masih melekat dalam khasanah birokrasi dan apartur pemerintah. Awalnya merupakan hal yang biasa sekedar untuk mempererat hubungan dengan memberi hadiah atau tanda terimakasih saja.
2. Namun budaya tersebut telah menjadi modus atau akses perilaku korup jajaran birokrat kita. Mulai dari uang tips, gratifikasi, fee, ucapan terimakasih, sudah dianggap hal yang biasa. Mulai dari akte kelahiran sampai dengan surat kematian tidak jauh-jauh dari pemberian tanda terimakasih. Ini merupakan tantangan berat bagi bangsa dan negara yang terus berbenah. Apapun alasannya budaya korupsi yang menghisap uang negara tidak dapat dibenarkan.

Rabu, 04 Juli 2012

BUDAYA KORUPSI

1. Korupsi bukan lagi sebagai kejahatan lagi, namun sudah menjadi budaya korupsi. Sampai pada pengadaan Al-Quran pun masih ada yang mencoba memperkaya diri sendiri dan orang lain. Sungguh korupsi telah menjadi budaya yang berurat dan berakar pada diri bangsa. Sebenarnya apa yang salah dengan bangsa Indonesia sehingga terjerat dalam masalah yang berkepanjangan yaitu  krisis moral dan budaya tidak terpuji seperti korupsi.
2. Kehidupan masyarakat dan sosial budaya sangat mempengaruhi kehidupan berbangsa dan bernegara kita. Budaya korupsi telah meracuni sebagian besar masyarakat kita, sementara budaya malu benar-benar telah luntur. Perlu suatu pembangunan karakter yang benar-benar dapat mengubah bangsa sehingga menjadi bangsa yang bermartabat.

Selasa, 29 November 2011

BUDAYA KORUPSI MERAJARELA

1. Budaya korupsi tampak merajarela, sudah ada KPK dan sudah banyak pelaku koruptor diciduk, tidak berarti perilaku korupsi makin surut tapi tetap tumbuh dan berkembang. Rupanya prinsip high risk high profit merupakan falsafah tersendiri bagi pelaku korupsi itu sendiri. Bisa juga beranggapan bahwa mereka yang tertangkap tangan merupakan sebagian yang kurang beruntung dan apes saja.
2. Yang mengherankan justru orde baru yang begitu dikecam perilaku KKN nya sebenarnya tidak sedahsyat saat ini. Jika diistilahkan telah terjadi desentralisasi dan diversifikasi korupsi, terbukti dengan kekuasaan otonomi daerah malah banyak kepala daerah masuk penjara. Selain itu sektor dan lahan korupsi juga semakin beragam seiring kehidupan demokrasi yang banyak melahirkan kegiatan politik seperti pemilukada.