Cloud Hosting Indonesia

Selasa, 16 Oktober 2012

PERMASALAHAN DI DKI

1. Salah satu permasalahan di DKI adalah kemacetan lalulintas yang tidak kunjung selesai, kondisi banjir ketika musim hujan, hanya sebagian kecil dari PR Jakarta bagi Gubernur DKI baru Jokowi. Jakarta sebagai ibukota terus menjadi sorotan karena pertumbuhan kota dan problematika sosial yang terus melaju tak terbendung.
2. Jika harus teratasi dengan tuntas sepertinya tidak mungkin, yang dapat dilakukan mungkin untuk mengendalikan kondisi permasalahan yang ada saja. Jakarta akan terus melaju dinamis seperti karakteristiknya yang berdenyut lebih cepat dari kota lain. Tolong Pak Gubernur .... buktikan kepemimpinanmu yg cuma 5 tahun...atasi permasalahan di DKI secepatnya.

Rabu, 10 Oktober 2012

PEMBATASAN JUMLAH KENDARAAN

1. Pembatasan jumlah kendaraan mungkin bisa dijadikan alternatifnya. Sebenarnya sudah jelas biang kemacetan di Jakarta adalah ketidakseimbangan antara pertambahan kendaraan dan pertambahan lebar jalan. Tapi sepertinya akar permasalahan yang sudah jelas itu tidak dapat dicarikan solusinya secara cepat dan tepat sehingga kemacetan tidak berlarut-larut.
2.  Saatnya Jokowi harus segera membuktikan kepemimpinannya untuk mengatasi kemacetan di Jakarta. Tidak sekedar wacana atau konsep pemikiran, tetapi langsung dapat dilihat hasilnya paling lama satu tahun sejak kepemimpinannya, salah satu wacana mungkin pembatasan jumlah kendaraan. Semoga harapan semua warga Jabotabek agar Jakarta tidak macet dapat segera terwujud.

Jumat, 21 September 2012

KARAKTERISTIK PEMILIH DI DKI JAKARTA

1.  Karakteristik pemilih di DKI Jakarta tampaknya sudah dapat ditebak, lagi-lagi politik pencitraan sangat efektif dalam menjaring masa dan pemilih. Secara umum masyarakat Jakarta adalah golongan menengah ke bawah yang lebih dikenal dengan masyarakat marjinal. Sederhana, tidak menampakan kemewahan, dan mampu membaur dengan siapa saja. Sehingga karakteristik Jokowi sangat sesuai dengan karakteristik pemilih di  DKI Jakarta.
2.   Sehingga tidak heran jika Jokowi  dapat memenangkan Pilkada DKI baik itu putaran pertama maupun putaran kedua. Sosok yang sesuai dengan karakteristik  pemilih di DKI Jakarta merupakan formula yang tidak dapat ditawar-tawar. Hal ini juga berlaku bagi SBY yang dapat memenangkan Pilpres selama dua periode. Sosok Jawa yang sopan santun, murah senyum, merupakan dambaan sebagian besar masyarakat Indonesia.

Rabu, 19 September 2012

MEMBERANTAS KORUPSI SAMPAI KE AKAR

1. Memberantas korupsi tampaknya semakin sulit, ada satu hal yang menarik untuk dibahas, mengapa korupsi sulit diberantas dan ada terus menerus. Semacam mindset yang perlu diluruskan jika korupsi itu kurang baik mengapa masih banyak orang melakukannya dan tidak pernah kapok. Korupsi itu sebenarnya perbuatan buruk atau hal yang biasa saja seperti hal nya merokok sehingga bukan dianggap sebagai suatu kejahatan.
2. Jika demikian maka menjadi sangat sulit bagi kita untuk dapat memberantas korupsi, sedangkan untuk persepsi saja masih belum sama. Jika memang sepakat korupsi adalah perbuatan yang tercela maka pemberantasannya akan lebih mudah. Korupsi sebenarnya merupakan krisis moral yang melekat kuat pada diri bangsa sehingga penanganannya harus dapat menyentuh dimensi moral itu sendiri. Memberantas korupsi sampai kapan tuntas....

Selasa, 04 September 2012

MARI MENCARI KETENANGAN HIDUP....

1. Ketenangan hidup adalah yang utama, apalah artinya banyak harta tapi hidup tidak tenang. Kadang seseorang berfikir sukses dulu baru bahagia, atau kadang orang berfikir berhasil dulu baru bersyukur. Padahal jika kita renungkan ketika sudah  sukses belum tentu syukur dan bahagia, ini yang kadang orang salah. Hidup akan enak dijalani jika kita sudah bersyukur dan bahagia, terlepas apakah kita sudah sukses atau belum. Jika kita sudah bersyukur dan ikhlas maka ketenangan hidup akan kita dapatkan.
2. Kadang orang berfikir bahwa untuk mencapai ketenangan hidup jika semua kebutuhan telah terpenuhi. Padahal kita tidak perlu menunggu telah mencapai apa yang kita idam-idamkan baru bahagia dan bersyukur, apa yang telah kita raih saat ini sudah dapat kita syukuri. Hidup akan lebih nikmat jika di dalam hati kita sudah ada rasa syukur, merasa berterimakasih kepada Allah SWT atas apa yang telah diberikan. Berzikir dan bersyukurlah atas apa yang kita terima maka ketenangan hidup akan kita raih.
   

Senin, 03 September 2012

POLITIK SARA

1. Pada musim pemilukada seperti saat ini, para pemilih cenderung menentukan pilihan secara emosional dibandingkan dengan rasional. Artinya kesamaan dengan pemilih akan lebih kuat jika dibandingkan dengan faktor lainnya. Kesamaan tersebut biasanya menyangkut suku, agama, ras, dan antar golongan, sebagai pertimbangan dalam menentukan pilihan. Istilah yang tepat adalah politik sara, meskipun ini kurang baik didengar namun tak bisa ditampik kenyataan itu tetap ada.
2. Sehingga tak heran jika kampanye politik sara secara terselubung sering dijadikan alat bagi tim sukses untuk meraih suara sebanyak-banyaknya dari pemilih. Suatu misal calon yang akan bertarung di putaran ke-2 pilkada DKI pada 20 September 2012 nanti akan bisa ditebak siapa saja kira-kira yang akan jadi pemilih untuk masing-masing calon.

Selasa, 14 Agustus 2012

BUDAYA MUDIK DI JAWA

1. Budaya mudik tampaknya masih mengakar kuat terutama di Jawa, tak bisa dipungkiri dari tahun ke tahun jumlah pemudik semakin meningkat. Keinginan yang kuat untuk pulang kampung merupakan budaya yang mengakar kuat pada masyarakat kita khususnya orang Jawa. Meskipun dengan pengorbanan uang dan tenaga yang tidak sedikit tetapi budaya mudik tetap diminati.
2. Namun demikian budaya mudik itu memiliki makna tersendiri bagi sebagian orang Jawa. Ada kebanggaan tersendiri jika pada saat lebaran bisa pulang kampung, yaitu simbol keberhasilan seseorang. Pada saat lebaran merupakan ajang silaturahmi, berkumpul keluarga, dan saat yang tepat untuk menunjukkan eksistensi diri. Tak heran jika pada saat lebaran banyak kendaraan baru, handphone baru, dan simbol-simbol keberhasilan lainnya. Budaya mudik masih jadi tradisi kuat di tanah Jawa.

Rabu, 08 Agustus 2012

SENYUMAN KORUPTOR

1. Jika melihat tayangan televisi akan terlihat senyuman koruptor yang senantiasa mengembang. Entah siapa yang benar dan siapa yang salah, atau tidak ada yang benar dan yang salah. Para tersangka pelaku korupsi senantiasa happy, murah senyum, religius, dan tidak merasa bersalah. Masyarakat awam lantas menduga-duga tidak takut kah para tersangka itu atau memang dia tidak bersalah. Hanya Allah dan si pelaku yang tahu siapa yang sebenarnya berbuat perilaku terlarang tersebut. Arti senyuman koruptor itu hanya si pelaku dan Tuhan yang tahu, yang pasti senyuman itu telah membuat masyarakat bertanya-tanya.
2. Aneh nya sudah banyak pelaku yang dijebloskan ke penjara, masih saja ada yang berani melakukan. Bahkan untuk sekelas kepala KPP Bogor tertangkap tangan, sungguh luar biasa memalukan. Apa yang kurang dengan remunerasi yang cukup tinggi bagi para pejabat tidak cukup kah. Saat nya introspeksi diri apa yang kurang dengan negeri kita, sehingga perilaku korupsi masih saja subur. Jangan sampai senyuman koruptor hanya sebagai bahan ejekan bagi penegak hukum, seolah-olah yang lain juga belum tentu bersih.

Senin, 06 Agustus 2012

BUDAYA KONSUMTIF MENJELANG LEBARAN

1. Budaya konsumtif tampaknya sudah mendera masyarakat kita. Menjelang lebaran Idhul Fitri berdasarkan pengamatan pasar tingkat konsumsi masyarakat meningkat tajam. Mulai dari kebutuhan pokok, elektronik, sampai kendaraan meningkat cukup significant. Tak heran jika pada menjelang lebaran produsen gencar melakukan iklan melalui media. Karena pada menjelang lebaran merupakan masa-masa panen karena penjualan akan meningkat.
2. Perilaku konsumtif ini bertolak belakang dengan makna ibadah puasa itu sendiri, karena ibadah puasa mengajarkan untuk peka terhadap golongan fakir dan miskin. Hidup sederhana dan tidak mengumbar nafsu merupakan salah satu bentuk ajaran yang terdapat dalam ibadah puasa. Sehingga jika budaya konsumtif semakin menjadi jadi maka kita akan kehilangan makna dari ibadah puasa.  

Jumat, 03 Agustus 2012

CICAK VS BUAYA

1. Lagi-lagi cicak vs buaya, istilah yang pernah dilontarkan Susno Duadji. Sepakat untuk memberantas korupsi sampai ke akar-akarnya itu yang paling penting diantara para elit politik dan elit birokrasi kita. Jika tidak maka arogansi sektoral menjadi tanda bahwa belum ada kesepakatan bahwa korupsi harus diberantas secara bersama-sama. Sehingga yang terjadi pemberantasan korupsi yang terjadi saat ini masih setengah-setengah atau memilah-milah.
2. Penggeledahan KPK pada kantor POLRI sudah menandakan keseriusan pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh KPK. Sehingga jika para elit kita serius untuk melakukan pemberantasan korupsi maka upaya tersebut perlu didukung. Jangan lagi ada cicak vs buaya tetapi yang ada adalah kerjasama serius untuk memberantas korupsi secara bersama-sama.