Selasa, 14 Agustus 2012

BUDAYA MUDIK DI JAWA

1. Budaya mudik tampaknya masih mengakar kuat terutama di Jawa, tak bisa dipungkiri dari tahun ke tahun jumlah pemudik semakin meningkat. Keinginan yang kuat untuk pulang kampung merupakan budaya yang mengakar kuat pada masyarakat kita khususnya orang Jawa. Meskipun dengan pengorbanan uang dan tenaga yang tidak sedikit tetapi budaya mudik tetap diminati.
2. Namun demikian budaya mudik itu memiliki makna tersendiri bagi sebagian orang Jawa. Ada kebanggaan tersendiri jika pada saat lebaran bisa pulang kampung, yaitu simbol keberhasilan seseorang. Pada saat lebaran merupakan ajang silaturahmi, berkumpul keluarga, dan saat yang tepat untuk menunjukkan eksistensi diri. Tak heran jika pada saat lebaran banyak kendaraan baru, handphone baru, dan simbol-simbol keberhasilan lainnya. Budaya mudik masih jadi tradisi kuat di tanah Jawa.

Rabu, 08 Agustus 2012

SENYUMAN KORUPTOR

1. Jika melihat tayangan televisi akan terlihat senyuman koruptor yang senantiasa mengembang. Entah siapa yang benar dan siapa yang salah, atau tidak ada yang benar dan yang salah. Para tersangka pelaku korupsi senantiasa happy, murah senyum, religius, dan tidak merasa bersalah. Masyarakat awam lantas menduga-duga tidak takut kah para tersangka itu atau memang dia tidak bersalah. Hanya Allah dan si pelaku yang tahu siapa yang sebenarnya berbuat perilaku terlarang tersebut. Arti senyuman koruptor itu hanya si pelaku dan Tuhan yang tahu, yang pasti senyuman itu telah membuat masyarakat bertanya-tanya.
2. Aneh nya sudah banyak pelaku yang dijebloskan ke penjara, masih saja ada yang berani melakukan. Bahkan untuk sekelas kepala KPP Bogor tertangkap tangan, sungguh luar biasa memalukan. Apa yang kurang dengan remunerasi yang cukup tinggi bagi para pejabat tidak cukup kah. Saat nya introspeksi diri apa yang kurang dengan negeri kita, sehingga perilaku korupsi masih saja subur. Jangan sampai senyuman koruptor hanya sebagai bahan ejekan bagi penegak hukum, seolah-olah yang lain juga belum tentu bersih.

Senin, 06 Agustus 2012

BUDAYA KONSUMTIF MENJELANG LEBARAN

1. Budaya konsumtif tampaknya sudah mendera masyarakat kita. Menjelang lebaran Idhul Fitri berdasarkan pengamatan pasar tingkat konsumsi masyarakat meningkat tajam. Mulai dari kebutuhan pokok, elektronik, sampai kendaraan meningkat cukup significant. Tak heran jika pada menjelang lebaran produsen gencar melakukan iklan melalui media. Karena pada menjelang lebaran merupakan masa-masa panen karena penjualan akan meningkat.
2. Perilaku konsumtif ini bertolak belakang dengan makna ibadah puasa itu sendiri, karena ibadah puasa mengajarkan untuk peka terhadap golongan fakir dan miskin. Hidup sederhana dan tidak mengumbar nafsu merupakan salah satu bentuk ajaran yang terdapat dalam ibadah puasa. Sehingga jika budaya konsumtif semakin menjadi jadi maka kita akan kehilangan makna dari ibadah puasa.  

Jumat, 03 Agustus 2012

CICAK VS BUAYA

1. Lagi-lagi cicak vs buaya, istilah yang pernah dilontarkan Susno Duadji. Sepakat untuk memberantas korupsi sampai ke akar-akarnya itu yang paling penting diantara para elit politik dan elit birokrasi kita. Jika tidak maka arogansi sektoral menjadi tanda bahwa belum ada kesepakatan bahwa korupsi harus diberantas secara bersama-sama. Sehingga yang terjadi pemberantasan korupsi yang terjadi saat ini masih setengah-setengah atau memilah-milah.
2. Penggeledahan KPK pada kantor POLRI sudah menandakan keseriusan pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh KPK. Sehingga jika para elit kita serius untuk melakukan pemberantasan korupsi maka upaya tersebut perlu didukung. Jangan lagi ada cicak vs buaya tetapi yang ada adalah kerjasama serius untuk memberantas korupsi secara bersama-sama.

Kamis, 02 Agustus 2012

CICAK VS BUAYA LAGI

1.Ternyata masih ada cicak vs buaya, perlu kesamaan pandangan di antara dua institusi KPK dan Kepolisian bahwa korupsi merupakan musuh bersama tanpa pandang bulu. Jika tidak maka para pelaku korupsi akan seenaknya berlindung di balik institusi. Jika terjadi kesamaan pandangan bahwa korupsi adalah musuh bersama maka tanpa pandang bulu pejabat dari manapun harus dijerat hukum.
2. Cicak vs buaya merupakan ego institusi yang harus dihilangkan, yang penting adalah para petinggi kedua institusi sepakat bahwa korupsi akan diberantas tanpa pandang bulu. Jika harus memandang bulu maka akan pilih-pilih pejabat mana yang bisa dijerat dengan hukum dan mana yang tak dapat dijerat dengan hukum. Kita harus sepakat dulu bahwa korupsi harus diberantas, dan cicak vs buaya tidak ada lagi.