Cloud Hosting Indonesia

Rabu, 04 Desember 2019

MENJADI DOSEN YANG MENGHIBUR DAN MENGINSPIRASI


  Sesuai dengan perkembangan jaman maka dunia mengajar bagi dosen tidak sekedar menyampaikan materi kuliah yang bersumber dari literatur, pengetahuan, pengalaman. Mahasiswa jaman dulu mungkin berbeda dengan kondisi mahasiswa jaman now, ada perbedaan selera dan perilaku sehingga dosen jaman sekarang harus menyesuaikan. Perlu seni dan metode penyampaian materi kuliah kepada mahasiswa yang lebih menghibur dan menginspirasi.
  Bukan hanya di bidang produk dan jasa saja yang perlu inovasi, namun cara mengajar dosen saat ini perlu ada perubahan yang memberikan impact bagi mahasiswa. Jadi mahasiswa datang ke kampus tidak hanya menerima materi kuliah namun perlu ada pembelajaran yang sifatnya memberikan penghiburan, inspirasi, perubahan karakter yang lebih positif. Boleh dikatakan edutainment harus dapat dimainkan oleh setiap dosen jaman now.
  Setiap mahasiswa wajib diajak untuk berfikir secara kritis, mengemukakan pendapat, terhibur, terinspirasi dengan apa yang disampaikan oleh dosen. Untuk caranya diserahkan kepada setiap dosen, di sinilah seni mengajar bermain. Untuk setiap materi mata kuliah kurang lebih sama, namun cara menyampaikan kepada mahasiswa inilah yang membedakan satu dosen dengan dosen yang lain.
  Untuk teknik mengajar pada dasarnya juga sama dan setiap dosen mengetahui akan hal itu, namun untuk bisa memainkan peran di dalam kelas yang menghibur dan menginspirasi bagi setiap dosen akan berbeda satu sama lain. Seperti setiap pelawak srimulat yang memiliki skill masing-masing, maka ketika di panggung lawakan yang disajikan juga berbeda-beda meskipun secara teknis sama.
  Demikian juga dosen akan menyajikan seni mengajar yang berbeda-beda ketika mengajar di kelas. Bagaimana menarik perhatian dan melibatkan sepenuhnya  mahasiswa dalam perkuliahan merupakan skill dan seni yang berbeda-beda bagi setiap dosen. Melalui diskusi, hiburan, motivasi, kisah inspiratif, dapat menyajikan perkuliahan yang lebih menarik dan berkesan bagi mahasiswa.

Selasa, 03 Desember 2019

MENUJU DUNIA PENDIDIKAN INDONESIA YANG BERKUALITAS


  Tolak ukur apa yang bisa jadikan patokan  bahwa dunia pendidikan kita berkualitas, dengan hanya melalui sekolah saja maka rasanya tidak cukup. Orangtua juga harus dibekali pengetahuan bagaimana cara mendidik anak yang baik, termasuk lingkungan yang kondusif juga harus diciptakan agar dapat menumbuhkembangkan anak secara alami.
  Sehingga hanya mengandalkan sekolah untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas tentu tidak ada artinya. Anak akan tumbuh dan berkembang berdasarkan pada apa yang ia lihat, ia dengar dan ia rasakan dalam lingkungan kehidupan. Dengan demikian pendidikan berkualitas itu banyak elemen yang berperan, tidak hanya faktor sekolah saja.
  Dilihat dari jumlah jam yang digunakan oleh anak memang sekolah adalah tempat yang paling banyak menyita waktu sehingga sangat mempengaruhi kualitas pendidikan yang diberikan. Namun demikian di dalam keluarga juga bukanlah waktu yang sedikit, kemudian lingkungan sosial pergaulan yang juga mempengaruhi.
  Namun jangan lupa kemajuan teknologi seperti internet dan televisi juga tak kalah berpengaruh terhadap kualitas pendidikan dan karakter anak. Sehingga dapat dikatakan pendekatan secara holistik sangat diperlukan menuju dunia pendidikan Indonesia yang berkualitas. Tentu semua pihak ikut berperan, baik itu sekolah, keluarga, lingkungan masyarakat, dunia teknologi, media massa.
  Jika masyarakat masih berfikir bahwa kualitas pendidikan adalah bagaimana menciptakan sekolah yang berkualitas merupakan pemikiran yang belum 100% benar. Harus diciptakan bahwa di manapun anak berada baik itu di sekolah, lingkungan keluarga, sosial masyarakat, mendapatkan asupan pendidikan yang baik.
  Dengan begitu kualitas SDM dapat terwujud karena sistem pendidikan yang diciptakan merupakan sistem pendidikan yang holistik (menyeluruh) tidak terpaku pada proses belajar yang ada di sekolah tetapi setiap tempat dan lingkungan memberikan perannya secara maksimal untuk pendidikan Indonesia.

Senin, 02 Desember 2019

MENGAPA LEBIH SULIT MENGURUS BUMN DIBANDING PERUSAHAAN SWASTA


  Persoalan seputar kinerja dan kondisi keuangan BUMN menjadi topik yang kadang masih terdengar hingga saat ini, mengapa lebih sulit mengurus BUMN dibanding mengurus perusahaan swasta. Sudah banyak profesional yang karena kepakarannya  pernah ditunjuk menjadi Menteri BUMN tetapi tidak menunjukan hasil yang nyata padahal mereka sangat piawai ketika menjalankan perusahaan swasta yang pernah ditanganinya.
  Banyak faktor tetapi mengurus perusahaan tidak jauh berbeda mengurus suatu masyarakat dengan kultur, karakter, kepentingan, yang berbeda-beda. Ketika harus menghadapi kenyataan seperti inilah kadang profesional yang piawai tersebut terpental atau tidak berhasil. Karena BUMN juga perusahaan yang cukup unik karena setengah private dan setengah publik. Sebagian susunan direksi dan komisaris BUMN kadang terpilih dari proses politik.
  Sehingga tak mudah untuk melakukan perubahan kultur dan karakter pada suatu BUMN perlu proses dan kemauan yang kuat dari pemilik pemegang saham dan pengurus. BUMN yang tidak sehat akan terus merugi dan jika memang tidak bisa eksis maka akan dilikuidasi. Faktor persaingan yang ketat untuk saat ini sangat menentukan apakah suatu perusahaan dapat bertahan atau tidak.
  BUMN yang tidak dapat bersaing dan salah urus akan banyak mengalami kesulitan keuangan antara lain terus merugi dan terlilit utang. Jika utang yang terus menggunung maka going concern suatu perusahaan BUMN tersebut patut dipertanyakan bagaimana dengan kelangsungan hidup seterusnya. Pemerintah tidak mungkin mempertahankan perusahaan miliknya yang terus menggerogoti keuangan negara dengan terus memberikan suntikan dana.
  Ketika pengurusan BUMN sudah tercampur dengan kepentingan politik maka menjadikan pengurusannya lebih ruwet. Sehingga ini merupakan salah satu alasan mengapa mengurus BUMN lebih sulit dibanding mengurus perusahaan swasta. Perlu pemahaman yang baik tentang budaya dan karakter BUMN kemudian melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Dengan tekad dan sikap konsisten untuk suatu perubahan maka BUMN bisa menjadi perusahaan yang sehat dan terpercaya.