Jumat, 23 September 2011

DUA TAHUN...CUKUP UNTUK RESUFLE... ??

        Kadang perlu diberikan kesempatan pada para pembantu presiden untuk membuktikan kinerja dan komitmennya mencapai keberhasilan program pembangunan. Hanya saja perlu waktu yang pasti kapan pencapaian itu terlaksana dan bagaimana komitmennya untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. Seorang profesional tangguh di perusahaan asing dan swasta yang sangat berprestasipun ketika dipercaya masuk dalam pusaran pemerintahan menjadi pembantu presiden bisa loyo, kurang bergaung, dan malah terkena kasus.
        Dunia birokrat memang berbeda dengan dunia swasta atau partikelir, karena pertimbangan profesional saja tidak cukup tapi menyangkut dimensi politik dan kepentingan banyak pihak. Bukan berarti lantas birokrat kemudian harus berpolitik, tetapi dimensi itu mau tidak mau akan terus membayangi. Ketika seorang pembantu presiden tersandung kasus yang belum jelas siapa yang salah, patut menjadi perhatian presiden dan siapa saja tentang kinerja dan komitmen nya. Jadi dua tahun... cukup kah untuk resufle ??

Tidak ada komentar:

Posting Komentar