Selasa, 03 April 2012

KENAIKAN BBM...BUAH SIMALAKAMA...

        Pemerintah belum resmi menaikan harga BBM, tetapi semua harga kebutuhan pokok sudah naik. Siapa sebenarnya yang mengendalikan pasar, sehingga dengan mudahnya pedagang menaikan harga yang sangat membebani masyarakat. Ketika harga BBM tidak jadi dinaikan atau ditunda, akankah harga-harga akan turun, tampaknya tidak ada yang bisa menjamin bahkan dari pemerintah.
      Menaikan harga BBM berarti mengurangi subsidi, selain itu harga minyak dunia yang terus meroket melewati 100 dollar per barel menjadi pertimbangan tersendiri ketika pemerintah akan menaikan harga BBM. Seperti buah simalakama, jika dinaikan dampaknya sangat luas hingga menyentuh kebutuhan masyarakat yang paling mendasar. Namun jika tidak dinaikan maka beban APBN untuk subsidi BBM semakin membengkak, sementara subsidi dinikmati oleh mobil-mobil mewah golongan mampu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar