Kamis, 27 Juli 2017

ALAT CANGGIH PENGAWASAN KEBUN KELAPA SAWIT


   Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas andalan Indonesia, ini karena kebutuhan untuk Crude Palm Oil (CPO) masih cukup tinggi untuk digunakan berbagai kebutuhan antara lain minyak goreng. Untuk mengawasi kebun kelapa sawit yang luasnya ratusan hektar tentunya juga tidak mudah, lantas alat canggih seperti apa yang bisa digunakan untuk pengawasan kebun kelapa sawit ? Drone merupakan salah satu alat canggih yang bisa digunakan untuk pengawasan kebun kelapa sawit, alat ini bisa bergerak senyap mondar-mandir melakukan pengawasan kebun kelapa sawit pada siang atau malam hari. Dengan kamera yang terpasang pada drone seperti mata-mata yang senantiasa mengawasi keadaan. Harga drone bervariasi, untuk yang sudah terpasang kamera harganya mulai dari Rp 1juta sampai dengan ratusan juta. Semakin mahal harga drone tentunya memiliki beberapa kelebihan dan kualitas yang lebih baik.
   Kebun kelapa sawit jika tidak diawasi dengan baik maka sangat rawan dengan pencurian buah sawit, sehingga pengawasan secara manual dirasa kurang efektif karena arealnya yang sangat luas. Pencurian buah kelapa sawit terjadi ketika akan tiba masa panen, dengan luas areal ratusan hektar tentunya tidak mudah untuk mengawasi setiap wilayah kebun. Sehingga perlu alat bantu semacam drone, yang bisa dikendalikan dari jarak jauh. Wilayah kebun kelapa sawit yang cukup luas banyak terdapat di pulau Sumatra dan pulau Kalimantan. Perusahaan swasta nasional banyak yang sudah merambah ke bisnis kelapa sawit ini karena prospeknya sangat menguntungkan. Investasi untuk kebun kelapa sawit untuk sekelas corporate(swasta) juga tidak terlalu besar namun cukup menguntungkan dilihat dari kacamata bisnis.
   Pembukaan kebun kelapa sawit termasuk salah satu upaya untuk mengoptimalkan lahan tidur yang tidak terpakai. Untuk wilayah pulau Kalimantan yang mana pulaunya sangat luas dengan populasi penduduk kurang lebih 7% dari seluruh populasi penduduk Indonesia sangat potensial untuk dikembangkan kebun kelapa sawit. Dengan membuka kebun kelapa sawit juga menciptakan peluang lapangan kerja bagi masyarakat di sekitarnya sehingga ikut mengembangkan perekonomian masyarakat setempat. Pembukaan kebun sawit memberi dampak income yang cukup significant bagi penduduk sekitarnya, meskipun secara isue lingkungan sering dikecam oleh LSM lingkungan hidup.
   Pencurian tandan buah segar (TBS) sawit biasanya dilakukan oleh komplotan yang memiliki domisili tidak jauh dari kebun sawit. Komplotan tersebut biasanya berbagi tugas, ada yang mengambil buah sawit, ada yang membuka jalan dan melihat keadaan, ada yang menunggu di pick up/ truk. Pencurian biasanya dilakukan di malam hari, mengingat areal kebun kelapa sawit yang sangat luas serta banyak akses masuk dan keluar serta jalan nya yang kadang membingungkan. Maka diantara para pelaku biasanya ada yang berdomisili di dekat kebun sawit, sehingga bisa mengetahui jalan keluar dan jalan masuknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar