Kamis, 04 September 2014

MENGAPA MENTERI ESDM JADI TERSANGKA KORUPSI

Upaya penangkapan pejabat negara oleh KPK sepertinya tak pernah berhenti, terakhir Menteri ESDM diluar dugaan ditetapkan sebagai tersangka dengan sangkaan pemerasan dan gratifikasi. Ternyata gaji yang besar dan renumerasi belum menjadi penangkal yang mujarab untuk korupsi. Jika dulu karena alasan gaji yang kecil budaya korupsi dan gratifikasi menjadi hal yang masih wajar. Kini dengan renumerasi perilaku korupsi aparat negara masih saja sering ditemui.


CANON Digital Camera PowerShot S120 - Black
Revolusi mental lebih penting dari renumerasi
Ternyata mereka yang korupsi dan menerima gratifikasi bukanlah aparat dengan gaji yang rendah melainkan mereka yang memiliki gaji tinggi. Sehingga dapat dikatakan bahwa mental korupsilah yang menjadikan seseorang korupsi bukan karena gaji rendah. Namun hal ini sulit dilakukan karena korupsi sudah menjadi budaya yang cukup mengakar pada para pelakunya. Bahkan korupsi yang melanda Indonesia lebih cenderung pada sifat rakus dibandingkan sekedar memenuhi kebutuhan hidup.
Jika atasan mengetahui maka ia bersalah
Inilah yang terjadi pada Menteri ESDM yang ditetapkan oleh tersangka oleh KPK, ketika mengetahui bahwa bawahannya berbuat korupsi dan mendiamkan  maka yang bersangkutan sudah dianggap terlibat pada suatu tindak pidana korupsi. Meskipun hanya gratifikasi atau menerima sesuatu dari pihak lain maka hal tersebut dianggap sebagai sebuah tindak korupsi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar