Rabu, 02 Agustus 2017

KELANJUTAN RUMAH MURAH TANPA DP


   Memiliki rumah merupakan idaman bagi siapa saja yang belum memiliki tempat tinggal. Pemerintah saat ini tengah mencanangkan program rumah murah tanpa DP, bagaimana dengan kelanjutan program tersebut. Salah satu yang menjadi kendala bagi masyarakat tak mampu untuk memiliki rumah adalah harus menyediakan sejumlah uang muka (DP) yang mana besarnya sekitar 30% dari harga rumah. Hal ini yang menjadikan salah satu sebab mengapa masyarakat tidak mampu enggan memiliki rumah karena untuk menyediakan uang muka terasa sangat berat. Belum lagi dengan cicilan bulanan. sehingga masih harus dipertimbangkan apakah mereka mampu untuk membayar cicilannya.
   Dalam prakteknya kredit rumah murah tanpa DP ini hampir tidak ada, hanya saja uang muka nya menjadi sangat ringan hanya 1% dari harga rumah tentunya sangat terjangkau. Jika harga rumah yang dijual Rp 120 juta, maka uang muka yang harus disediakan hanya Rp 1,2 juta saja. Untuk cicilan rumah tanpa dp ini per bulan berkisar antara Rp 800ribu s/d Rp 1juta jika dicicil selama 15 tahun. Jika dibandingkan dengan menyewa rumah kontrakan yang per bulannya sekitar Rp700ribu maka rumah murah ini layak untuk dipertimbangkan, mengingat besaran cicilan hampir sama untuk kontrak bulanan.
   Namun rumah murah tanpa DP ini secara kualitas harus ditinjau, jangan sampai rumah yang ditawarkan merupakan rumah tidak layak huni. Meskipun dengan fasilitas yang terbatas, misalnya hanya satu kamar tidur dan satu kamar mandi tanpa dapur namun secara kualitas jangan sampai tidak layak untuk ditempati. Kualitas bangunan yang asal-asalan bisa menjadi sumber penyesalan bagi konsumen bahwa rumah yang mereka beli sangat tidak layak dengan kualitas bangunan yang sangat jelek. Program rumah murah ini juga diberikan bunga subsidi yang mana besarannya jauh dibawah bunga bank normal.
   Hal lain yang juga menjadi kendala untuk rumah murah tanpa DP ini adalah lokasinya yang sangat jauh dari tempat kerja. Karena dengan lokasi yang cukup jauh maka akan membuat harga tanahnya menjadi murah, sehingga harga rumah menjadi lebih terjangkau.Idealnya untuk jarak dari rumah ke tempat kerja maksimal sekitar 30 km, namun untuk rumah murah tanpa DP ini kebanyakan memiliki lokasi lebih jauh dari itu sehingga ini menjadi hal yang kurang dari suatu program rumah murah. Lokasi yang terlalu jauh menyebabkan biaya transportasi menjadi lebih mahal, sehingga pengeluaran menjadi meningkat dari semestinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar