Sabtu, 05 Agustus 2017

SIMPANG SUSUN SEMANGGI UNTUK MENGURAI KEMACETAN


   Persoalan kemacetan menjadi agenda pokok ibukota Jakarta yang harus diselesaikan dari dulu hingga kini. Salah satunya adalah simpang susun semanggi untuk mengurai kemacetan di sekitar jembatan semanggi. Pertemuan antara jalur cepat dan lambat, serta pertemuan antara kendaraan roda dua dan roda empat, menjadi sumber permasalahan kemacetan di sekitar kawasan ini. Dengan perbaikan jalur simpang susun semanggi ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan sekitar 40% di sekitar kawasan tersebut. Namun jalur baru ini hanya diperuntukan untuk roda empat saja, roda dua tidak diperkenankan karena letak jembatan yang cukup tinggi sehingga membahayakan bagi sepeda motor.
   Namun untuk melewati jalur baru ini pengendara harus cermat dalam melihat petunjuk arah, jika salah mengambil jalur maka bisa menyasar ke tujuan yang lain. Namun demikian memang petunjuk arah harus dibuat lebih jelas lagi supaya pengendara tidak tersesat ke arah jalan yang salah. Jika arah tujuan yang diambil salah, maka bisa memakan waktu cukup lama untuk kembali menuju arah yang benar. Untuk jalur baru memang harus diujicobakan sehingga pengendara bisa mengetahui dan terbiasa untuk arah yang benar.
   Simpang susun semanggi merupakan icon kota Jakarta dari masa ke masa, dimulai pembangunan pada masa pemerintahan presiden Sukarno hingga perbaikan jembatan tersebut sampai sekarang. Pembangunan proyek ini tidak dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah namun berkerjasama dengan pihak swasta. Jakarta memang memerlukan pembangunan dan perbaikan infrastruktur secara terus menerus akibat dampak jumlah kendaraan yang terus meningkat yang menyebabkan kemacetan. Sistem transportasi massal seperti kereta bawah tanah juga menjadi solusi problem kemacetan di ibukota Jakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar