Jumat, 04 Agustus 2017

KOPI PANGKU KOTA SINGKAWANG KALBAR


   Masih banyak wisatawan lokal yang penasaran dengan keberadaan kopi pangku, salah satunya kopi pangku kota Singkawang Kalbar. Sebenarnya sama saja dengan warung remang-remang yang berada di jalur Pantura Jawa, hanya saja beda istilah semacam warung plus. Salah satu ciri khas kopi pangku di Singkawang ini juga kurang lebih sama, lampunya yang sangat redup alias remang-remang, ada musik keras atau musik dangdut, dengan para pelayan yang berpakaian sangat seksi. Kopi pangku ini lebih banyak buka pada malam hari, untuk siang hari akan tampak buka seperti kedai kopi lainnya.
   Namun bukan berarti setiap kedai warung kopi itu selalu berbau hal negatif semacam prostitusi terselubung ini. Ini hanya suatu keadaan di luar kelaziman yang ada, jangankan pada kedai kopi di pinggir rel kereta api pun masih ada prostitusi terselubung maupun terang-terangan. Namun dari Dinas Kesehatan harus mengawasi potensi penyebaran penyakit yang ditimbulkan dari kegiatan prostitusi terselubung ini. Kopi pangku atau warung kopi senang, hanya satu diantara tempat yang terkesan buruk dan mesum padahal di tempat lain juga ada semacam itu hanya kemasannya saja yang berbeda.
   Hal yang menjadikan kopi pangku ini kesohor sebenarnya adalah cerita dari mulut kemulut, sehingga menjadi hal yang sering terdengar oleh tamu yang datang. Apalagi kota Singkawang terkenal dengan kota amoy yang mana banyak gadis berkulit putih, sehingga cerita dari mulut ke mulut tersebut semakin santer khususnya tamu yang baru mengunjungi kota Singkawang dan Pontianak. Budaya minum kopi merupakan kebiasaan yang cukup kental di wilayah kota Pontianak dan Singkawang, sebagai tempat nongkrong dan ngobrol diantara teman maupun rekan kerja.
   Namun sebenarnya yang menjadikan kopi pangku ini terkenal sampai kemana-mana adalah amoy singkawang. Amoy adalah sebutan untuk gadis cina yang memang paling banyak terdapat di singkawang. Mulai dari amoy miskin sampai yang kaya ada di singkawang. Sehingga secara strata sosial sama dengan masyarakat lainnya. Beberapa amoy singkawang menikah secara kontrak dengan tenaga kerja dari Taiwan, sebagian lain menikah dengan tujuan untuk menjalin rumah tangga yang sesungguhnya.
   Hal yang menjadi ciri khas kopi pangku singkawang ini adalah tingkah laku para pelayan yang berpakaian seksi yang genit menggoda para tamu yang datang. Bahkan bagi tamu yang baru dilihat pun para pelayan seksi ini menyempatkan diri untuk menggoda. Sementara itu sebagian tamu seperti sudah kenal dengan pelayan tersebut karena sudah sering berkunjung. Bagi tamu kedai kopi yang tidak memiliki niat yang macam-macam tentu menjadikannya kurang nyaman. Namun bagi lelaki iseng dan hidung belang, kedai kopi pangku ini menjadi semacam hiburan dan kesenangan tersendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar