Minggu, 06 Agustus 2017

FAKTOR PENYEBAB SULITNYA PEMBERANTASAN KORUPSI


   Sudah lama pemberantasan korupsi dilakukan, namun hasilnya hanya begitu saja. Justru yang terjadi pelakunya semakin bertambah yang melibatkan pejabat dan tokoh yang cukup dikenal oleh masyarakat. Ada semacam skeptis dan pesimis bahwa korupsi dapat diberantas hingga tuntas, sementara untuk pembuktiannya juga tidak semudah membalikan telapak tangan. Hari ini ada yang tertangkap tangan melakukan korupsi dan diekspos media, namun hari esok masih ada lagi yang melakukan hal yang sama.
   Sepertinya belum ada yang takut melakukan korupsi terbukti dengan kejadian yang terus berulang. Apa sebenarnya yang menjadi faktor penyebab sulitnya pemberantasan korupsi ini. Salah satunya adalah prinsip "resiko sebanding dengan hasil" jadi kalo takut atau ragu-ragu sebaiknya jangan ikut-ikutan korupsi. Perilaku korupsi hanya bagi orang yang berani saja, jika yang takut atau ragu sebaiknya mundur jangan ikut-ikutan. Namun resiko sebanding dengan hasilnya, jika jujur saja maka kapan bisa kaya.
   Pola kehidupan yang konsumtif dan bergaya hidup mewah menjadi salah satu sebab mengapa perilaku korupsi menjadi begitu marak. Ingin terlihat sukses dan kaya merupakan salah satu motivasi mengapa orang melakukan korupsi. Jika hidup dari gaji saja kapan bisa punya rumah besar, mobil mewah, naik haji, sehingga jalur potong kompas mencari uang dengan cara yang menyimpang menjadi salah satu alternatif.
   Hal yang menjadi faktor sulitnya pemberantasan korupsi karena sudah menyebar ke seluruh sendi-sendi kehidupan masyarakat, sebagai budaya yang sudah lazim. Prinsip senang sama senang, saling berbagi, uang setoran, simbiosis mutualisme, merupakan budaya korupsi yang cukup melekat kuat pada masyarakat. Segala keperluan dan kepentingan semua harus dengan uang, jika tidak maka urusan menjadi tidak lancar sehingga harus ada semacam uang pelicin.
   Keserakahan, keinginanan yang tak terkendali untuk memiliki sesuatu merupakan salah satu penyebab maraknya korupsi. Tidak bisa membedakan antara keinginan dan kebutuhan yang menyebabkan seseorang terjebak dalam kehidupan konsumtif merupakan salah satu pemicu banyaknya korupsi. Syahwat yang tak terkendali, istri muda, mobil mewah, rumah besar, merupakan hal yang sering kita lihat dan dengar ketika pelaku korupsi disita kekayaannya oleh vonis pengadilan.
   Namun sampai kapan kondisi tersebut terjadi, bukankah korupsi yang menyebabkan uang negara menjadi terhambur dan termakan oleh segelintir orang saja. Sudah saatnya semua elemen bangsa berkomitmen untuk mencegah dan memberantas perilaku korupsi. Korupsi merupakan pengingkaran terhadap integritas dan kejujuran. Jika dibiarkan dan terus berlanjut maka korupsi dapat menghancurkan bangsa. Banyak gedung yang cepat roboh, jalan cepat rusak, anak-anak tetap bodoh, harga-harga terus naik, merupakan akibat perilaku korupsi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar